Posts

Showing posts from October, 2017

Jalan Raya dan Absurdnya Ibukota

Image
Setidaknya dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada hal-hal yang klise yang kalau dipikirkan sebetulnya kocak juga. Dan saya mengalami banyak hal itu. *** Flashback ke sekitar awal 2016, saat itu saya mengalami fase banyak pikiran nu teu paruguh ketika masih studi di Taiwan, selain karena dikejar kewajiban harus menyelesaikan tesis di semester terakhir, saya juga bersikap denial karena dibayangi semacam "keharusan" untuk tinggal di Jakarta. Pengalaman tinggal lama di Bandung membuat saya enggan meninggalkan zona nyaman di kota Sabuga ini (FYI, Bandung adalah satu-satunya kota di dunia yang punya gedung Sabuga di pinggir jalan Taman Sari, Jepang aja enggak punya). Keinginan saya selepas lulus S1 dulu adalah tetap stay di Bandung bagaimanapun caranya, saya sama sekali enggak pernah kepikiran untuk bekerja di Jakarta, selain panas dan macetnya yang ampun tuan guru, saya masih berpikir Jakarta bukanlah tempat yang cocok bagi saya, dan di mata saya saat i...

Cara Ampuh Terhindar Dari Bayar Parkir

Image
Gara-gara tulisan saya beberapa hari yang lalu tentang tempat parkir , tidak sedikit teman-teman yang beranggapan kalau saya "sensi" dengan tukang parkir, kesimpulan ini didapat karena beberapa teman-teman di media sosial men- tag saya ke postingan yang berbau parkir, seperti artikel tentang biaya parkir di negara lain yang harganya ampun-ampunan, cerita tentang professornya temen yang kaget ternyata di Indonesia harus bayar parkir untuk sekedar ke minimarket, bahkan yang paling baru saya tadi di- tag tentang bayar parkir ditinjau dari sudut pandang agama. Sebenarnya anggapan itu bisa benar bisa juga tidak, karena toh saya masih sering kok bilang terima kasih ke kang parkir yang he/she deserves for it, dan kang parkir yang layak harus memiliki beragam kriteria, misalnya lahan parkirnya jelas, ada karcis, mau bantu mengeluarkan sepeda motor yang kejepit atau menggeser sepeda motor yang ada di samping, kalau memungkinkan menaruh alas entah itu kardus atau apapun untuk menutup...

Aristoteles Tidak Pernah Bayar Parkir

Image
Akhir-akhir ini saya kesel dengan bayar parkir.  Begini pemirsa, sebagai orang yang menggantungkan mobilitas sehari-harinya dengan sepeda motor, saya sering berhenti di tempat-tempat tertentu entah itu warung makan, tempat fotokopi, atau ATM, selain mengeluarkan uang untuk makan atau belanja, saya juga agak kesel dengan bayar parkir. Mungkin terdengar egois, karena buat sebagian orang bisa saja beranggapan "ah cuma uang dua rupiah doang kok dipermasalahin" Tapi, coba deh bayangin, "esensi" dari parkir itu kan sebetulnya kita membayar jasa kepada seseorang/perusahaan untuk menjaga kendaraan kita yang ditaruh untuk sementara waktu, bukan begitu? Nah, sekarang kita "studi kasus" deh, pernah enggak kalian setelah keluar ATM ditagih bayar parkir? Saya pernah, waktu itu saya sama sekali enggak megang uang karena uang receh ketinggalan di rumah, sementara kalau balik ke rumah buat ngambil ya bakal makan waktu, jadi harus narik uang tunai di ATM pinggir jalan. ...