Posts

Book Shaming dan Dunning Kruger Effect

Dalam beberapa komunitas literasi yang saya ikuti, sering ada diskusi anggota yang ndak jauh tentang buku dan penulis, sampai sekarang belum pernah ada diskusi soal knalpot racing, karena buat apa juga pasti berisik. Nah, diskusi yang dilakukan secara daring, biasanya liwat grup Wasap, ada saja individu yang rutin suka book shaming bacaan orang lain (biasanya di luar komunitas). Entah kenapa book shaming biasanya ditujukan ke pembaca buku fiksi dan penulis tertentu, seolah buku dan penulis genre ini punya "derajat" di bawah buku nonfiksi, karena dianggap buku fiksi jauh dari realitas sosial dan tidak empiris. Aduh sempit sekali anggapannya. Padahal siapa tahu buku "receh" yang saat ini dibaca dan jadi objek book shaming justru menjadi pembuka seseorang ke dunia literasi yang lebih luas lagi. Enggak sedikit kengkawan saya yang sekarang produktif menulis buku, bahkan best seller di toko buku terkemuka, dan bikin ternganga setiap ngobrol buku dengannya karena sebegitu ...

MEMULAI KEMBALI (Socmed Hiatus day 1) - 11 July 2022

  Sebelum pandemi, saya punya kebiasaan setidaknya 3-4 minggu (yha anggaplah sebulan) untuk vakum menggunakan media sosial, istilahnya sekarang   social media detox. Alasannya sederhana: lelah dengan medsos. Penyebabnya ya macam-macam, dari merasa tidak produktif, penuh distraksi, hingga bosan terlalu  update  dengan kabar yang sebetulnya tidak saya butuhkan sama sekali. Nah, di 2022 saya menyadari produktifitas sangat menurun, dari daftar "my books" di Goodreads yang baru selesai membaca 7 buku sedangkan 6 bulan sudah dilalui, rencana menulis novel, belajar ilmu baru, dan banyak hal lain yang terbengkalai karena waktu saya habis untuk  scrolling and judging  di media sosial. Hiatus sosial media itu mudah tapi sulit, mudah karena ya tinggal  uninstal  saja aplikasi sosial media di gawai, seriusan cuma itu. Namun pekerjaan saya sekarang yang menuntut untuk  keep up  dengan tren sosial media menjadi tantangan sendiri. Akhirnya saya putuska...

Postingan pertama

 tes

Mutiara Literasi

Image
Lelaki yang ada di foto bersama saya ini namanya mas Fiky, BMI (Buruh Migran Indonesia) asal Jepara, bertemu dan kenalan dengannya tadi di Taichung Park, sebuah taman di Taiwan Tengah tempat di mana banyak BMI menikmati hari libur setiap minggunya. Dengan rutin Mas Fiky setiap hari Minggu mengunjungi Taichung park, dengan tas laptop (lihat di foto) yang berisi buku-buku, dia berkeliling satu persatu ke kelompok BMI yang sedang bercengkrama, lalu bergabung untuk mengajak mereka membaca buku yang dia bawa. Penolakan dari BMI untuk membaca buku-buku yang dibawanya adalah hal biasa, tapi tidak sedikit yang tertarik untuk membaca, dan buku tersebut boleh dipinjam untuk dibawa pulang. Mas Fiky bilang ke saya, dia mau jadi perpustakaan keliling dengan membawa tas berat setiap hari Minggu ini untuk kepuasan batin, sama sekali tidak dibayar bahkan harus keluar ongkos pribadi dari mess pabriknya untuk ke tengah kota, dia hanya ingin menumbuhkan semangat membaca ke teman-teman BMI. Oh iya, mas Fi...

Warisan Pengarsipan

Image
Jika bepergian kemanapun, ambillah foto dirimu dengan latar tempat tersebut, ini bukan persoalan narsis atau norak, tapi tentang pengarsipan cerita kehidupanmu. Kelak anak ataupun cucumu akan melihat fotomu entah di gunung, pantai, atau landmark kota, dan percayalah, mereka akan bangga memajang fotomu dan bahkan menyandingkannya jika mereka memiliki foto di tempat yang sama. *** Saya tidak pernah berinteraksi langsung dengan kakek, beliau meninggal sewaktu saya berumur 3 bulan, saya adalah cucu terakhir yang dilihat/diketahui beliau, dan ada 5 cucu beliau yang lahir setelah saya. Tapi ibu, tante, dan paman saya dapat bercerita panjang tentang kakek hanya dengan menunjukkan sebuah foto, setidaknya sebuah foto mempermudah saya untuk mengimajinasikan sifat kakek, andai tidak ada satupun foto, tentu saya akan kesulitan untuk membayangkan sosok pekerja keras tersebut. Bayangkan, ada banyak hal yang dapat saya banggakan dari beliau hanya dari selembar foto *** Zaman sudah berubah, teknologi ...

Bapak dan Sesuatu Yang Dimintanya

Image
Ini adalah lampu sepeda, kabel preseneling sepeda, dan saklar preseneling (enggak tau apa namanya) Dan ini adalah titipan bapak saya. Setiap kali saya bepergian kemanapun bapak sangat jarang minta saya membawakan sesuatu, beliau cuma bilang hati-hati dan jaga kesehatan, seringkali justru saya yang "maksa" menawarkan sesuatu yang akhirnya dijawab "yaudah boleh deh bawain tapi kalau mahal dan berat ngga usah" Beliau adalah pehobi berat sepeda, jenis sepeda yang dicintainya adalah sepeda onthel, secara rutin setiap minggu pasti bepergian naik sepeda ke luar kota yang jaraknya puluhan kilometer dan sering juga pergi ke kampus naik onthel tua kesayangannya sementara mahasiswanya tidak sedikit yang menggunakan mobil. Karena tahu anaknya sedang berada di Amsterdam, beliau titip saya untuk mencarikan 3 benda di atas, mengingat kota ini adalah surga pesepeda dunia. Pada dasarnya saya adalah orang yang teramat super irit saat bepergian, tapi karena bapak sangat jarang titip s...

Jalan Raya dan Absurdnya Ibukota

Image
Setidaknya dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada hal-hal yang klise yang kalau dipikirkan sebetulnya kocak juga. Dan saya mengalami banyak hal itu. *** Flashback ke sekitar awal 2016, saat itu saya mengalami fase banyak pikiran nu teu paruguh ketika masih studi di Taiwan, selain karena dikejar kewajiban harus menyelesaikan tesis di semester terakhir, saya juga bersikap denial karena dibayangi semacam "keharusan" untuk tinggal di Jakarta. Pengalaman tinggal lama di Bandung membuat saya enggan meninggalkan zona nyaman di kota Sabuga ini (FYI, Bandung adalah satu-satunya kota di dunia yang punya gedung Sabuga di pinggir jalan Taman Sari, Jepang aja enggak punya). Keinginan saya selepas lulus S1 dulu adalah tetap stay di Bandung bagaimanapun caranya, saya sama sekali enggak pernah kepikiran untuk bekerja di Jakarta, selain panas dan macetnya yang ampun tuan guru, saya masih berpikir Jakarta bukanlah tempat yang cocok bagi saya, dan di mata saya saat i...