Book Shaming dan Dunning Kruger Effect

Dalam beberapa komunitas literasi yang saya ikuti, sering ada diskusi anggota yang ndak jauh tentang buku dan penulis, sampai sekarang belum pernah ada diskusi soal knalpot racing, karena buat apa juga pasti berisik.

Nah, diskusi yang dilakukan secara daring, biasanya liwat grup Wasap, ada saja individu yang rutin suka book shaming bacaan orang lain (biasanya di luar komunitas).

Entah kenapa book shaming biasanya ditujukan ke pembaca buku fiksi dan penulis tertentu, seolah buku dan penulis genre ini punya "derajat" di bawah buku nonfiksi, karena dianggap buku fiksi jauh dari realitas sosial dan tidak empiris. Aduh sempit sekali anggapannya.

Padahal siapa tahu buku "receh" yang saat ini dibaca dan jadi objek book shaming justru menjadi pembuka seseorang ke dunia literasi yang lebih luas lagi.

Enggak sedikit kengkawan saya yang sekarang produktif menulis buku, bahkan best seller di toko buku terkemuka, dan bikin ternganga setiap ngobrol buku dengannya karena sebegitu kaya referensinya, bisa seperti saat ini justru dimulai dari mengonsumsi buku fiksi populer dari penulis-penulis yang dipandang miring para pelaku book shaming.

---

Menurut saya, perilaku book shaming ini enggak jauh berbeda dengan fenomena book snob, jika objek book shaming adalah bukunya, maka book snob adalah kelakuan orangnya.

Sekali-dua ribu tujuh ratus empat puluh tiga koma sembilan kali kamu mungkin pernah ketemu rangorang yang merasa pengetahuannya komprehensif sekaligus paripurna setelah membaca satu buku yang menurutnya changing mind.

Mendadak jadi paling saintifik setelah kelarin Sapiens Yuval Harari, mendadak paling logic setelah kelarin Madilog Tan Malaka, mendadak paling rasional setelah kelarin God Delusion Richard Dawkins, mendadak paling melek finansial setelah kelarin Psychology of Money Morgan Housel, dan mendadak-mendadak lain tanpa adanya buku antitesis.

Yha walowpun ndak masalah juga sih kalau "kemendadakan" itu buat dirinya sendiri, yang menyebalkan jika "kemendadakan" itu digunakan untuk menggurui, konfrontir nilai yang dipegang orang lain, bahkan merendahkan ilmu yang dimiliki orang lain.

---

Bisa jadi, perilaku book shaming dan book snob ini erat kaitannya dengan Dunning Kruger Effect, di mana seseorang memiliki bias dan kepercayaan diri berlebih setelah mengenal ilmu baru, Dunning Kruger Effect tidak mengenal batas usia, umur berapapun bisa terkena sindrom ini.

Mungkin ya, salah satu cara terhindar dari sindrom ini sesederhana menerapkan ilmu padi semakin berisi semakin merunduk, semakin Piyu semakin Fadly, karena sama-sama Padi.

Meminjam ucapan Almarhum Mbah Paulo Bitencourt: "I don't want to believe, I want to know".

Membaca untuk tahu, bukan fanatik tanpa antitesis.

Comments

Popular posts from this blog

Petualangan Sherina (Bagian 1)

Aristoteles Tidak Pernah Bayar Parkir

Dekonstruksi Logika